Cerita, Tulisan Bebas, dan Refleksi

Memberi Makna pada Data

Kalau dulu, menemukan informasi itu begitu sulit. Nah sekarang, dengan perkembangan internet yang semakin drastis, ketersediaan informasi ini malah overload. Jutaan informasi mengalir dan melintas tiap menit. Inilah yang disebut dengan era big data.

Bukan hanya perangkat penyimpan data saja yang overload, tapi pikiran kita yang menerima begitu banyaknya informasi ini juga pusing. Semuanya terlihat semrawut.  Masalahnya informasi yang tersebar itu juga bercampur aduk dengan informasi-informasi hoax. Jadi tambah pusing lagi kan.

Penyebutan data dan informasi itu juga berbeda bergantung siapa yang membutuhkan. Dikatakan data apabila masih berupa barang mentah, sementara informasi sudah melalui pengemasan yang siap disajikan kepada pengguna.

Bermakna atau tidaknya sebuah informasi itu menurut saya sangat bergantung kepada si penafsir alias orang yang merasa membutuhkan informasi tersebut.

Ibaratnya, saya boleh punya banyak data karena saya kolektor data, tapi saya tak paham bagaimana mengubah data menjadi informasi yang berguna apalagi mengubahnya menjadi sesuatu hal yang menguntungkan.

Ngomong-ngomong soal pengelolaan data, kita perlu punya suatu sistem yang berfungsi sebagai wadah dan kerangka kerja untuk mengelola data menjadi sebuah informasi yang lebih rapi, sistematis, terstruktur, mudah dimengerti, serta enak dipahami.

Agar selanjutnya bisa lebih ter automatisasi, maka yang perlu kita lakukan tahapannya yaitu ;

Analisis

Tahap awal dimulai dari mengelompokkan dan menganalisa semua data yang menjadi kajian.

Perencanaan

Setelah tahap analisis, selajutnya merencanakan operasional tenaga, waktu, dan biaya yang dibutuhkan.

Pengembangan (development)

Mulai membangun sistem.

Quality Control

Setelah sistem terbangun, maka diperlukan quality control agar sistem berjalan sesuai fungsinya.

Deliver

Mulai mendeliver atau mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain.

Perawatan

Pada tahap ini, yang dilakukan adalah pengawasan agar sistem yang telah terbentuk berjalan sesuai fungsinya.

Yang perlu dicatat. Seorang data analist hanyalah orang yang bertugas menganalisa data sesuai perintah. Selebihnya, untuk apa kegunaan informasi yang didapat dari data, dan bagaimana mengubahnya menjadi keuntungan adalah peran seorang pemimpin (leader).

Data hanyalah data,

Menjadi bermakna jika berada ditangan ahlinya.

 

Contohnya yang bisa mengelola data menjadi informasi yang punya makna adalah Drone Emprit.

https://pers.droneemprit.id/

Web karya anak negeri ini menurut saya sangat inovatif, karena mampu mengolah data dari media online menjadi informasi yang lebih bermakna.

Di laman resmi institusi pengembangnya, data-data dari Drone Emprit bersifat Open Data. Siapa saja bisa mendaftar untuk mengakses datanya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

https://dea.uii.ac.id/

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: