Cerita, Tulisan Bebas, dan Refleksi

Oleh-Oleh Setelah Sarjana

Ilustrasi Gambar dari beritagar.id

Pendidikan S1 sudah menjadi barang yang umum di Indonesia. Kampus yang menyediakan layanan pendidikan S1 sudah sangat banyak, dan saya juga pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Bukan masalah kualitas pendidikan yang akan saya bahas dalam artikel ini. Namun refleksi dari diriku sendiri selepas lulus kuliah.

Saya merasakan ada oleh-oleh yang melekat pada karakter dan cara bersikap selepas dari bangku kuliah.

Oleh-oleh yang saya maksudkan itu adalah :

Menjadi tidak mudah percaya dan selalu ada sisi curiga dalam segala hal.

Atau dengan kata lain SKEPTIS

Skeptis itu memang bawaannya seorang saintist, dan itu mungkin menjadi oleh-oleh bagi kalian juga selepas lulus kuliah.

Skeptis dapat diartikan sebagaiĀ a person who habitually doubts the authenticity of accepted beliefs, atau orang yang tidak mudah percaya begitu saja.

Sains itu diawali dengan keraguan bukan semangat dan keyakinan. Jadi kalau ada yg sekptis pada sesuatu pernyataan bukan berarti yang bersangkutan menolak. Secara mudah orang skeptis itu baru akan mengikuti atau menyetujui adanya hipotesa/pernyataan baru bila dia sudah menemukan evidence (data).

Apakah sikap itu tersebut baik ?

Belum tentu. Menjadi tidak baik kalau terlalu berlebihan dan tidak tahu batas-batasnya.

Ada tempat dan kondisi dimana kita cukup meyakini saja dan segera menindaklajunti dengan tindakan.

Tidak percaya itu nyatanya juga melelahkan, terutama untuk pikiran dan psikis kita. Waktu kita sangat terbatas untuk mempedulikan segala hal.

Sisi lain dari rasa tidak percaya adalah keraguan. Semakin tidak percaya, keraguan juga akan semakin besar.

Saat keraguan semakin besar, pengambilan keputusan pun akan menjadi lambat. Bahkan untuk sekedar memutuskan hari ini aku harus memakai baju warna apa.

Kalau menurut saya, selain ke arah eksternal di luar diri kita, sikap tidak mudah percaya ini juga mengarah ke internal diri kita sendiri. Biasanya muncul pada sikap tidak percaya diri. Peningkatan daya kritis seseorang terhadap rasa tidak percaya diri juga ada kaitannya.

Caraku menjadi percaya diri adalah dengan melakukan saja. Aku merdeka pada hasil yang akan didapat, benar atau salah di mata orang lain. Kita tidak bisa mengendalikan persepsi orang lain terhadap kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: